Menemukan yang Beharga di Media Center Unilak

Mengulang kisah beberapa hari yang lalu, saat ketika saya mengikut seleksi penerimaan Panitia Besar (PB) PON XVIII – Riau. Untuk lolos menjadi PB. PON XVIII – Riau ini, saya dan para kandidat lainnya harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seleksi beberapa tahap. Banyak hal yang harus saya penuhi agar saya bisa diterima menjadi PB. PON XVIII. Perjuangan saya untuk menjadi PB. PON XVIII ternyata berbuah manis ke saya. Saya berhasil diterima menjadi PB. PON sesuai pilihan awal saya. Yah, saya diterima menjadi LO (Liaison Officer) Media dan ditempatkan di Media Center Unilak. Lokasinya di PKM Unilak, mungkin Anda akan lebih tahu venue Anggar yang ada di Rumbai itu. Nah, disitulah saya bekerja menjadi Panitia Besar PON XVIII.

Selain mencari pengalaman, saya juga mendapatkan teman-teman baru. Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa semester atas. Tidak hanya mahasiswa, wartawanpun juga menjadi teman saya. Fasility Menager (FM) kami dan wakilnya, mereka berdualah wartawan yang saya maksud dan mereka juga datang dari media yang berbeda pula.


Setiap Media Center yang mempunyai jumlah personil yang berbeda-beda. Untuk Media Center Unilak, jumlah personilnya 19 orang (khusus personil utama Media Centre Unilak) dan itu belum termasuk IT berjumlah 4 orang, juga transportasi (jumlah personil tidak tahu pasti). Awalnya saya bertugas menjadi LO yang melayani media yang datang untuk mencari informasi pertandingan. Berhubung pengumpul data pada personil kami yang kurang disebabkan cabor yang kami pegang banyak pembagian kategori. Maka beberapa dari kami yang awalnya LO berubah profesi menjadi pengumpul data. Tidak ada kekecewaan yang dirasakan saat perubahan posisi, karena niat saya menjadi PB. PON adalah mencari pengalaman.

Ternyata, pengalaman yang saya dapatkan selama menjadi ‘pengumpul data’ sangat-sangat berharga. Saya bisa mengetahui langsung cara kerja teman-teman wartawan yang terjun langsung kelapangan. Dan ternyata kerja sebagai pengumpul data saja tidak mudah juga tidak bisa cepat diselesaikan begitu saja dan ini bukanlah kategori pekerjaan yang bisa dianggap sepele. Saya juga pernah mewawancarai atlet-atlet, khususnya atlet menembak. Yah, saya bertugas di venue menembak dan venue anggar hanyalah sebagai kantornya saja. Dari venue menembaklah saya bisa berkenalan dengan atlet-atlet dan mekanik senjata dari berbagai kontingen. Di venue menembak itu juga saya juga mendapatkan teman-teman yang baru dari IT Media Centre. Saya juga pernah mewawancarai ketua Koni dari berbagai daerah, banyak pelatih, hingga Bpk. Andi Mallarangeng atau biasa dikenal Menpora. Tenaga yang super extra besar saya keluarkan selama saya bertugas, dan selalu berusaha menampilkan usaha terbaik saya.

Selain itu, crew / anggota / personil / team yang ada di Media Centre Unilak terbilang cukup kompak selama bertugas. Ini terjadi begitu saja, padahal kami semua ini bisa dikatakan baru berkenalan (kurang dari 1 bulan lamanya). Namun, kekompakan yang terjadi di team MC. Unilak seperti team yang sudah lama terbentuk. Hebatnya lagi semua tugas yang kami kerjakan di beri pujian. Baik dari FM, hingga dari PB. PON pusat sendiri.

0 comments:

Poskan Komentar

Blogger Tips And Tricks|Latest Tips For Bloggers Free Backlinks